
Di tengah hari-hari yang sibuk, penuh distraksi, dan kadang melelahkan secara mental, ada satu hal kecil yang sering jadi penyelamat: musik. Nggak berisik, nggak menuntut, tapi tahu persis harus bicara seperti apa. Ia hadir lewat headphone, radio, speaker kamar, atau bahkan dari bisikan dalam kepala kita. Dan yang paling menarik: musik nggak pernah pergi.
Ada masa-masa ketika kita nggak tahu harus curhat ke siapa. Bukan karena nggak ada orang, tapi karena rasanya terlalu rumit untuk dijelaskan. Di saat seperti itu, satu lagu bisa menjelaskan semuanya tanpa kita perlu membuka mulut. Lirik yang pas, melodi yang mendukung, dan tiba-tiba… lega.
Musik seperti punya bahasa universal. Ia bisa menyampaikan marah, rindu, sedih, jatuh cinta, atau bahkan rasa kosong yang sulit dijelaskan. Ia nggak menghakimi. Nggak nyuruh cepet move on. Nggak bilang “kamu terlalu baper”. Ia cuma bilang: “Tenang, aku ngerti.”
Musik sering hadir dalam momen yang justru paling diam. Malam-malam sepi saat kamu nulis jurnal. Perjalanan naik motor sore hari. Hujan deras di luar jendela. Atau waktu kamu duduk sendirian di bangku taman kampus, nungguin seseorang yang akhirnya nggak datang.
Dan anehnya, lagu-lagu itu terekam. Nggak cuma di playlist, tapi di ingatan. Bahkan setelah bertahun-tahun, saat lagu itu tiba-tiba diputar ulang, kamu bisa langsung kembali ke detik itu lengkap dengan perasaan, suasana, bahkan mungkin aroma waktu itu.
Musik nggak pernah nuntut untuk dibalas. Ia nggak peduli kamu dengar cuma satu bait atau ratusan kali dalam sehari. Ia akan tetap hadir, tetap sabar, tetap jadi pelarian yang aman. Dan ketika kamu udah lama nggak dengerin, dia nggak marah. Begitu kamu balik, dia langsung nyambut kamu lagi.
Bahkan kadang, musik tahu kita lebih baik dari diri kita sendiri.
Dari semua hal yang berubah pekerjaan, hubungan, tempat tinggal, prioritas musik adalah salah satu yang tetap. Ia tumbuh bersama kita, menyesuaikan diri dengan siapa kita saat itu, dan tetap menyimpan versi diri kita yang lama dalam bait-baitnya.
Jadi kalau suatu hari kamu merasa kehilangan arah, coba dengerin lagu favorit lamamu. Mungkin di sana, kamu bisa nemu lagi bagian dari dirimu yang sempat hilang.
Karena musik bukan cuma soal suara. Ia adalah teman. Diam. Setia. Dan selalu tahu kapan harus hadir, bahkan saat kamu nggak tahu kamu sedang butuh ditemani.








